Kanji ini berarti pengabdi atau samurai — awalnya berarti orang yang melayani tuan, lalu menjadi sebutan untuk kelas prajurit Jepang.
Ingat lewat 亻(orang) + 寺(kuil/istana) — orang yang mengabdi/berjaga di dekat istana, dari situ makna melayani berkembang jadi samurai. Jangan tertukar dengan 待つ (menunggu) yang juga ada 寺 tapi kirinya 彳, bukan 亻.